Waspada Abu Vulkanik Akibat Erupsi Gunung Berapi

Bagikan Artikel

Waspada Abu Vulkanik Akibat Erupsi Gunung Berapi

Erupsi gunung berapi yang terjadi belakangan ini membuat abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah. Kemenkes RI mengimbau masyarakat yang terdampak untuk tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Paparan abu vulkanik dengan intensitas tinggi dapat memicu gangguan kesehatan akut, seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), iritasi mata, hingga gangguan pada kulit.

Sumber: Instagram resmi KEMENKES RI

Kenapa Abu Vulkanik Berbahaya untuk Paru-Paru?

Partikel abu vulkanik yang halus bisa terhirup hingga ke alveoli, kantung udara terkecil di paru-paru. Menurut Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), paparan ini dapat memicu iritasi saluran napas dan batuk, serta memperberat gejala asma maupun PPOK.

Paparan berat dalam waktu lama dengan abu vulkanik yang mengandung silika bisa menyebabkan kerusakan paru.

Abu dan gas vulkanik juga mencemari air dan tanaman, jadi risikonya bukan cuma dari udara yang dihirup, tapi juga air dan makanan yang dikonsumsi.

Sumber: Stewart et al., 2022, Volcanic air pollution and human health: recent advances and future directions. Bulletin of Volcanology.

Tips Melindungi Diri dari Dampak Abu Vulkanik
  1. Kurangi aktivitas di luar ruangan
  2. Gunakan kacamata untuk mencegah abu masuk ke mata
  3. Bersihakan tubuh dengan air mengalir saat terkena debu 
  4. Bersihkan abu dari atap, halaman, dan saluran air secara berkala
  5. Hati-hati saat berkendara, abu dapat mengurangi jarak pandang
  6. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegang ISPA
  7. Cuci tangan dan wajah menggunakan sabun untuk melindungi kulit
  8. Perbanyak minum air putih untuk menjaga daya tahan tubuh 
  9. Jangan bakar sampah atau bahan lain yang dapat memperbutuk kondisi udara
  10. Segera ke fasilitas kesehatan terdekar jika mengalami gejala gangguan kesehatan

Sumber: Instagram resmi KEMENKES RI

Jenis Masker yang Dianjurkan:

MASKER N95

Dapat menyaring partikel halus, termasuk abu vulkanik, sehingga jadi pilihan utama.

MASKER MEDIS

Dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan bila N95 tidak tersedia.

UNTUK ANAK:

MASKER N95 atau KN95 untuk anak yang lebih besar

Sumber: Instagram resmi KEMENKES RI & IDAI

Vaksinasi di Rumah Oleh Dokter Untuk Anak dan Dewasa​

Vaksinasi diberikan oleh Dokter Khusus Vaksinasi

✔️ Konsul Dokter gratis!
✔️ Pendaftaran Vaksinasi
✔️ Dan Info Lengkap lainnya

Klik link https://imuni.id/link

Setiap pendaftaran vaksinasi akan dilanjutkan dengan konsultasi dokter

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru Lainnya

Artikel dan Berita

KASUS CAMPAK 2026

Campak salah satu virus paling mudah menular. Menurut CDC, 9 dari 10 orang yang belum imun bisa tertular hanya dengan berada di ruangan…

Lihat Selengkapnya

Oktober 2021

Jumlah Vaksinasi
50.000
Jumlah Dokter
66

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2021

Jumlah Vaksinasi
38.000
Jumlah Dokter
58

Area Layanan

Jenis Layanan

Juni 2021

Jumlah Vaksinasi
21.000
Jumlah Dokter
39

Area Layanan

Jenis Layanan

April 2021

Jumlah Vaksinasi
16.000
Jumlah Dokter
38

Area Layanan

Jenis Layanan

Maret 2021

Jumlah Vaksinasi
14.000
Jumlah Dokter
34

Area Layanan

Jenis Layanan

Desember 2020

Jumlah Vaksinasi
8.000
Jumlah Dokter
29

Area Layanan

Jenis Layanan

November 2020

Jumlah Vaksinasi
5.000
Jumlah Dokter
27

Area Layanan

Jenis Layanan

September 2020

Jumlah Vaksinasi
500
Jumlah Dokter
21

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2020

Jumlah Vaksinasi
100
Jumlah Dokter
14

Area Layanan

Jenis Layanan