Lebih Dalam Tentang Vaksinasi Influenza dan Pneumonia

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

dr. Linda Levina Dharmawan

(Chief Medical Officer imuni.id)

Apa itu Influenza dan Pneumonia?

Influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut akibat Virus Influenza tipe A (H1N1,H3N2) dan tipe B (Victoria, Yamagata) yang sangat mudah menular. Influenza berbeda dengan selesma (common cold), karena gejala yang timbulkan lebih berat. Maka dari itu, Influenza memiliki resiko tinggi perawatan di Rumah Sakit bahkan kematian. World Health Organizations (WHO) melaporkan angka kesakitan Influenza secara Global pada awal Januari 2022 mencapai 16.882 kasus.

Pneumonia adalah radang paru-paru akut yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Pneumonia merupakan penyebab kematian tertinggi pada anak usia dibawah 5 tahun. Data dari UNICEF, Setiap 39 detik, ada 1 anak yang meninggal karena infeksi Pneumonia. Selain anak, Infeksi Pneumonia pada Lansia adalah 4x lebih tinggi daripada kelompok usia lainnya. Perjalanan Pneumonia pada lansia memburuk sangat cepat. 1 dari 5 Lansia yang terinfeksi Pneumonia berujung kematian.

Apa gejala dan komplikasi Influenza dan Pneumonia?

Saat terinfeksi Influenza biasanya ditandai dengan demam yang muncul secara tiba-tiba, batuk kering, pilek, nyeri tenggorokan, dan nyeri otot. Gejala ini dapat menetap 5-7 hari.  Influenza yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menjadi Pneumonia bakterial, infeksi telinga, Sinusitis bahkan Gagal jantung kongestif dan Asma. 

Sementara, gejala Pneumonia tergantung organ yang terinfeksi. Jika menginfeksi selaput otak (Meningitis) ditandai dengan demam, kaku leher, sensitif terhadap cahaya, sesak napas hingga penurunan kesadaran. 50% orang yang terinfeksi Pneumonia mengalami sepsis (infeksi berat) hingga syok sepsis (fatal). Pneumonia juga bisa mengakibatkan infeksi telinga dan Sinusitis. Berdasarkan penyakit yang ditimbulkan, Influenza dan Pneumonia saling berhubungan. Alangkah baiknya untuk bisa mencegah kedua infeksi tersebut, bukan hanya salah satu saja. 

Siapa saja orang yang beresiko tinggi terinfeksi Influenza dan Pneumonia?

Influenza dan Pneumonia ditularkan lewat air liur (droplet) melalui kontak erat dengan penderita. Tempat umum seperti sekolah, kantor, tempat Rekreasi dan panti Asuhan menjadi media penyebaran Influenza dan Pneumonia yang sangat mudah dan cepat. Melaksanakan Protokol Kesehatan dan menjaga higienitas penting dilakukan Ketika berada di tempat umum/keramaian. 

Semua orang memiliki resiko terinfeksi Influenza dan Pneumonia. Kelompok yang merupakan resiko tinggi adalah: 

  • Anak (usia < 59 bulan)
  • Lansia (usia >60 tahun)
  • Wanita Hamil
  • Perokok 
  • Penderita penyakit kronis 
  • Orang dengan kekebalan tubuh yang sangat rendah (immunocompromised)
  • Penyandang disabilitas
  • Tenaga Medis

Bagimana mencegahnya influenza dan pneumonia?

Influenza dan Pneumonia termasuk Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan vaksinasi (PD3I). Tentunya cara mudah, aman dan efektif terhindar dari infeksi Influenza dan Pneumonia adalah dengan vaksinasi. Vaksin Influenza dan Pneumonia merupakan vaksin jenis Inactive (mati sempurna). Vaksin Influenza yang direkomendasikan adalah Vaksin Influenza Kuadrivalen (Vaxigrip Tetra) melindungi 4 jenis (Strain) Virus Influenza yaitu Tipe A (H1N1,H3N2) dan Tipe B (Victoria,Yamagata). Sampai saat ini vaksin Influenza Kuadrivalen adalah vaksin yang paling lengkap dibandingkan Vaksin Influenza Trivalen, yaitu melindungi hanya 3 jenis (strain) Virus Influenza.

Influenza dan Pneumonia termasuk Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan vaksinasi (PD3I). Tentunya cara mudah, aman dan efektif terhindar dari infeksi Influenza dan Pneumonia adalah dengan vaksinasi. Vaksin Influenza dan Pneumonia merupakan vaksin jenis Inactive (mati sempurna). Vaksin Influenza yang direkomendasikan adalah Vaksin Influenza Kuadrivalen (Vaxigrip Tetra) melindungi 4 jenis (Strain) Virus Influenza yaitu Tipe A (H1N1,H3N2) dan Tipe B (Victoria,Yamagata). Sampai saat ini vaksin Influenza Kuadrivalen adalah vaksin yang paling lengkap dibandingkan Vaksin Influenza Trivalen, yaitu melindungi hanya 3 jenis (strain) Virus Influenza.

Pneumonia dicegah dengan vaksin Pneumonia, dimana merupakan vaksin konjugat, artinya secara imunologi lebih baik dibandingkan vaksin jenis polisakarida seperti PPSV23. Vaksin Pneumonia yang direkomendasikan adalah Vaksin Pneumonia 13 (Prevenar) melindungi 13 jenis (Strain) bakteri Pneumokokal yaitu Serotipe 1,4,5,6B,7F,9V,14,18C,19F,23F, ditambah Serotipe 3,6A, dan 19 A. 

Bagaimana Penjadwalan Vaksinasi Influenza dan Pneumonia?

Vaksin Influenza Kuadrivalen (Vaxigrip Tetra) umumnya diberikan 1 dosis rutin diulang setiap tahun. Vaksinasi Influenza sudah bisa diberikan pada anak mulai usia 6 bulan. Perlu diingat, vaksinasi Influenza dosis pertama pada anak usia 6 bulan – 8 tahun, adalah 2 dosis dengan jarak minimal 4 minggu, kemudian rutin diulang 1 dosis setiap tahun. Bahkan, Vaksin Influenza aman diberikan pada ibu hamil di Trimester berapa saja. 

Vaksin Pneumonia 13 (Prevenar) diberikan 4 kali yaitu, dosis pertama pada anak usia 2 bulan lalu dosis selanjutnya di usia 4 bulan, 6 bulan dan 12 bulan. Pada anak usia diatas 2 tahun hingga dewasa dan Lansia, Vaksin Pneumonia 13 (Prevenar) cukup diberikan 1 dosis untuk seumur hidup.

Kenapa harus vaksinasi Influenza dan Pneumonia?

Menurut penelitian, vaksinasi Influenza Kuadrivalen (Vaxigrip Tetra) mengurangi 7.1 juta angka kesakitan, 3.7 juta kunjungan ke dokter, 109.000 perawatan di Rumah Sakit dan 8.000 kematian akibat infeksi Influenza. Sedangkan, Vaksinasi Pneumonia 13 (Prevenar) melindungi 8 dari 10 bayi dan 3 dari 4 Lansia dari infeksi Pneumonia.  

Selama masa pandemi Covid-19, dimana angka kesakitan dan kematian sangat tinggi, World Health Organizations (WHO) merekomenadasikan untuk Vaksinasi Influenza dan Pneumonia tetap perlu diberikan untuk mencegah infeksi saluran pernapasan berat. Faktanya, pasien Covid-19 yang sudah vaksinasi Influenza dan Pneumonia diasosiasikan dengan insidensi rawat inap yang lebih rendah baik derajat sedang maupun berat. Untuk anak juga memiliki kemungkinan lebih kecil 59% mengalami gejala berat (perawatan di ICU).

Perlu diketahui, Imunitas seseorang akan menurun seiring berjalannya waktu dan virus Influenza ini sangat mudah bermutasi, sehingga, vaksin Influenza sendiri juga akan diperbaharui komposisinya menyesuaikan virus Influenza yang baru. Inilah 2 alasan mengapa vaksinasi Influenza rutin diberikan setiap tahun. 

Siapa saja yang tidak boleh mendapatkan vaksinasi influenza dan pneumonia?

Vaksinasi Influenza tidak boleh diberikan pada orang yang punya riwayat alergi berat terhadap telur dan terhadap vaksin Influenza itu sendiri, karena vaksin Influenza mengandung protein telur juga komponen-komponen vaksin yang mungkin saja tidak dapat diterima didalam tubuh orang tertentu. Penderita Guillain-Barré Syndrome juga tidak disarankan mendapatkan vaksinasi Influenza. 

Vaksinasi Pneumonia tidak boleh diberikan orang yang memiliki Riwayat alergi berat terhadap vaksin ini. Wanita hamil tidak direkomendasikan vaksinasi Pneumonia kecuali mempunyai risiko tinggi terinfeksi Pneumonia. Vaksinasi Pneumonia lebih baik diberikan setelah melahirkan.

Pada dasarnya, Vaksinasi dilakukan ketika kondisi tubuh sehat (tidak sedang sakit), sehingga imunitas tubuh siap untuk menerima antigen yang masuk melalui vaksin. Namun, bila sedang sakit ringan, sebaiknya konsultasikan dahulu ke dokter Anda agar vaksinasi aman dan nyaman. 

Apa Efek Samping yang terjadi setelah vaksinasi ?

Semua vaksinasi masih mungkin terjadi efek samping. Efek samping yang muncul merupakan respon tubuh dalam mengenali Antigen (benda asing) yang masuk melalui vaksin tersebut. Tidak perlu khawatir, efek samping umumnya bersifat ringan, dibagi menjadi Reaksi Sistemik dan Reaksi Lokal. 

Reaksi Sistemik seperti Demam dan/atau lemas pasca vaksinasi. Hal ini dapat terjadi 12-24 jam pasca vaksinasi. Demam yaitu suhu tubuh >38 °C. Dapat diatasi dengan kompres hangat, rehidrasi yang cukup dan obat penurun panas bila perlu. Pada dewasa sering dirasakan lemas, nyeri kepala, pusing bahkan mengantuk pasca vaksinasi. Cukup dengan minum air putih lebih banyak, istirahat dan beraktivitas ringan dahulu untuk memulihkan kondisi. 

Rekasi Lokal seperti bengkak di lokasi suntikan. Rekasi lokal ini sering terjadi pada Lansia pasca vaksinasi. Bengkak disertai kemerahan tidak menyebar ke lokasi lain. Ambil 1 buah es batu, lalu balut dengan kain tipis. Kompres di daerah yang bengkak selama 15 menit, dapat diulang 3-4x. Efek samping akibat vaksinasi menetap 1-2 hari, tidak berlangsung lama. Bila tidak kunjung membaik atau semakin memburuk, segera konsultasikan ke dokter untuk penganganan lanjut. 

Memilih jenis vaksin yang tepat (lengkap) sangat mendukung masa depan, karena risikonya, masih bisa terinfeksi Virus lainnya yang tidak terkandung dalam vaksin tersebut. Vaksin Influenza Kuadrivalen (Vaxigrip Tetra) dan Vaksin Pneumonia 13 (Prevenar) merupakan pilihan yang tepat untuk mencegah Influenza dan Pneumonia. Jangan tunda lagi pemberian vaksin Influenza dan Pneumonia. Segera lengkapi untuk perlindungan diri dan Keluarga yang lebih optimal.

Sumber:

  1. Prevention and Control of Seasonal Influenza with Vaccines : Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices, Unites States, 2021-22 Influenza Season. Centers for Disease Control dan Prevention 2021.
  2. Influenza Update. https://www.who.int/publications/m/item/influenza-update-n-414 
  3. Influenza. https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
  4. Who Needs a Flu Vaccine. https://www.cdc.gov/flu/prevent/vaccinations.htm
  5. Adverse Reactions Following Vaccination. General Best Practice Guidance for Immunization. Epidemiology and Prevention of Vaccine-Prevenatble Diseases 14th Edition 2021.
  6. Pneumonia. https://data.unicef.org/topic/child-health/pneumonia/ 
  7. Transmission. Pneumonia. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pneumonia 
  8. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0-18 tahun. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2020
  9. Jadwal Imunisasi Dewasa. Rekomendasi Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI Tahun 2021
  10. Pneumococcal Vaccine : What Everyone Should Know. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/pneumo/public/index.html 

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Oktober 2021

Jumlah Vaksinasi
50.000
Jumlah Dokter
66

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2021

Jumlah Vaksinasi
38.000
Jumlah Dokter
58

Area Layanan

Jenis Layanan

Juni 2021

Jumlah Vaksinasi
21.000
Jumlah Dokter
39

Area Layanan

Jenis Layanan

April 2021

Jumlah Vaksinasi
16.000
Jumlah Dokter
38

Area Layanan

Jenis Layanan

Maret 2021

Jumlah Vaksinasi
14.000
Jumlah Dokter
34

Area Layanan

Jenis Layanan

Desember 2020

Jumlah Vaksinasi
8.000
Jumlah Dokter
29

Area Layanan

Jenis Layanan

November 2020

Jumlah Vaksinasi
5.000
Jumlah Dokter
27

Area Layanan

Jenis Layanan

September 2020

Jumlah Vaksinasi
500
Jumlah Dokter
21

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2020

Jumlah Vaksinasi
100
Jumlah Dokter
14

Area Layanan

Jenis Layanan