Manfaat

Mencegah difteri, tetanus, dan pertusis.

Isi Vaksin

Tetanus Toxoid 5 Lf, Diphteria Toxoid 2 Lf, Component Pertussis (Pertussis Toxoid 2.5 mcg, Filamentous Haemagglutinin 5 mcg, Fimbrial agglutinogens 2+3 5 mcg, Pertactin 3 mcg), Aluminium Phospate (alumunium 0.33 mg) 1.5 mg, Residual formaldehyde (<= 5 mcg), Resiudal glutaraldehyde < 50 mcg.

Dosis Anak

Diberikan sebagai booster vaksin DTP pada usia 7 tahun atau lebih, jadwal rutin booster pada usia 10-18 tahun.

Dosis Dewasa

1 dosis booster setiap 10 tahun dan 1 dosis setiap kehamilan.

Komposisi

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)

Nyeri, bengkkak, eritema pada lokasi suntikkan. Demam, sakit kepala, anorexia, kelelahan, diare, muntah, rash, nyeri badan dan kelemahan otot, menggil, pembesaran KGB ketiak.

Kontradiksi

Hipersensitifitas komponen vaksin dan vaksin difteri, tetanus atau pertusis. Riwayat encephalopathy (mis. coma, penurunan kesadaran, kejarng berkepanjangan) yang terjadi dalam kurun waktu 7 hari setelah vaksinasi sebelumnya yang mengandung vaksin pertusis dan sudah teridentifikasi bukan karena penyebab lainnya.

Oktober 2021

Jumlah Vaksinasi
50.000
Jumlah Dokter
66

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2021

Jumlah Vaksinasi
38.000
Jumlah Dokter
58

Area Layanan

Jenis Layanan

Juni 2021

Jumlah Vaksinasi
21.000
Jumlah Dokter
39

Area Layanan

Jenis Layanan

April 2021

Jumlah Vaksinasi
16.000
Jumlah Dokter
38

Area Layanan

Jenis Layanan

Maret 2021

Jumlah Vaksinasi
14.000
Jumlah Dokter
34

Area Layanan

Jenis Layanan

Desember 2020

Jumlah Vaksinasi
8.000
Jumlah Dokter
29

Area Layanan

Jenis Layanan

November 2020

Jumlah Vaksinasi
5.000
Jumlah Dokter
27

Area Layanan

Jenis Layanan

September 2020

Jumlah Vaksinasi
500
Jumlah Dokter
21

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2020

Jumlah Vaksinasi
100
Jumlah Dokter
14

Area Layanan

Jenis Layanan