Lindungi Orang Tua Kita Dengan Vaksinasi

Bagikan Artikel

Dr. Soraya Haji Muhamad

(Dokter Konsultan Vaksinasi @imuni.id)

Menurut World Health Organization (WHO) lanjut usia (lansia) adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih. Semakin bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh akan menurun yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi penyakit dan menimbulkan komplikasi berat. Memberikan vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk melindungi diri, terutama orang tua kita.

Mengapa Lansia harus divaksinasi?

Fungsi kekebalan tubuh yang mengalami disregulasi seiring bertambahnya usia sehingga meningkatkan risiko terinfeksi virus atau bakteri, yang dikenal dengan istilah immunosenescence. Dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun ini, selain rentan terinfeksi penyakit, gejala yang ditimbulkan juga akan lebih berat. Sehingga besar kemungkinan untuk perawatan di Rumah Sakit bahkan mengalami komplikasi berat. Oleh karena itu, sebelum terinfeksi penyakit, lakukan upaya untuk membangun sistem kekebalan tubuh lebih baik lagi, salah satunya adalah dengan vaksinasi lansia.

Gambar 1. Penuaan menyebabkan immunosenescence yang mengakibatkan perubahan pada sel-sel tubuh

Apa Saja Vaksinasi untuk Lansia ?

  1. Vaksin Influenza

Influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus Influenza yang sangat mudah menular. Penularannya melalui air liur (droplet) dan kontak erat dari orang yang terinfeksi Influenza. Pada lansia, Influenza dapat menimbulkan gejala berat hingga kematian. Maka dari itu, lansia dianjurkan untuk vaksinasi Influenza 1 dosis rutin setiap tahun. Virus Influenza sangat mudah bermutasi sehingga vaksin Influenza pun selalu diperbaharui sesuai mutasi yang ada. Inilah mengapa vaksinasi Influenza wajib diberikan setiap tahun.

  1. Vaksin Pneumonia  

Vaksin Pneumonia mencegah radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Pneumonia paling sering diakibatkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Pneumonia merupakan penyebab kematian tertinggi pada anak dan lansia. Komplikasi Pneumonia pada lansia meningkat hingga 4 kali lipat dibandingkan kelompok usia lainnya. 

Vaksin Pneumonia pada dewasa dan lansia terdiri atas 2 jenis yaitu tipe Konjugat dan tipe Polisakarida. Vaksin Pneumonia tipe Konjugat yaitu PCV13 melindungi dari 13 jenis bakteri Pneumonia, diberikan cukup 1 kali untuk perlindungan seumur hidup. Vaksin Pneumonia tipe Polisakarida yaitu PPSV23 melindungi dari 23 jenis bakteri Pneumonia, diberikan 1 kali. 

Dianjurkan untuk mendapatkan vaksin PCV13 terlebih dahulu, selanjutnya diberikan PPSV23 dengan jarak minimal 8 minggu. Bila sudah mendapatkan vaksin PPSV23 dan belum pernah vaksin PCV13, dapat diberikan jarak 1 tahun dari PPSV23. Kedua vaksin ini saling melengkapi. Keduanya tetap perlu diberikan, bukan hanya salah satu saja karena vaksin tipe Konjugat mempunyai respon imun jangka panjang dan dapat menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) dibandingkan dengan vaksin tipe Polisakarida. 

  1. Vaksin Zoster

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksin Zoster untuk pencegahan Herpes Zoster dan komplikasi terkait. Zoster atau yang sering disebut cacar ular terjadi akibat reaktivasi virus Varicella zoster (cacar air) karena kekebalan tubuh yang menurun. Keluhan yang biasa dialami adalah muncul lentingan pada kulit terutama pada bagian kepala menjalar ke mata atau bagian tubuh lainnya yang menimbulkan nyeri hebat tidak tertahankan. Infeksi Zoster dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksin Zoster diberikan 1 dosis untuk seumur hidup. Namun, saat ini vaksin Zoster tidak tersedia di Indonesia.

KESIMPULAN

Lansia merupakan kelompok rentan terkena penyakit infeksi. Vaksinasi lansia adalah cara yang tepat untuk melindungi lansia (orang tua kita) untuk membentuk imunitas terhadap penyakit infeksi tertentu. Selain vaksinasi lansia, tingkatkan juga kualitas hidup dengan menjaga nutrisi dan berolahraga. Mari lindungi orang tua kita dengan vaksinasi yang sudah terbukti aman dan efektif. 

Sumber

  1. Preventing or reversing immunosenescence: can exercise be an immunotherapy? https://www.futuremedicine.com/doi/10.2217/imt.13.77
  2. Influenza Vaccine. https://www.cdc.gov/flu/prevent/vaccinations.htm
  3. Zoster Vaccine. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/shingles/hcp/shingrix/recommendations.html
  4. Vaksinasi pada lansia. http://jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id/index.php/jpdi/article/view/164/129

Bagikan Artikel

Oktober 2021

Jumlah Vaksinasi
50.000
Jumlah Dokter
66

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2021

Jumlah Vaksinasi
38.000
Jumlah Dokter
58

Area Layanan

Jenis Layanan

Juni 2021

Jumlah Vaksinasi
21.000
Jumlah Dokter
39

Area Layanan

Jenis Layanan

April 2021

Jumlah Vaksinasi
16.000
Jumlah Dokter
38

Area Layanan

Jenis Layanan

Maret 2021

Jumlah Vaksinasi
14.000
Jumlah Dokter
34

Area Layanan

Jenis Layanan

Desember 2020

Jumlah Vaksinasi
8.000
Jumlah Dokter
29

Area Layanan

Jenis Layanan

November 2020

Jumlah Vaksinasi
5.000
Jumlah Dokter
27

Area Layanan

Jenis Layanan

September 2020

Jumlah Vaksinasi
500
Jumlah Dokter
21

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2020

Jumlah Vaksinasi
100
Jumlah Dokter
14

Area Layanan

Jenis Layanan