Bebas Khawatir Saat Pergi Liburan

Bagikan Artikel

dr. Anis Fitriana

(Coordinating Doctor @imuni.id)

Ketika musim liburan tiba, enaknya liburan kemana ya? Serunya lagi, kita bisa bertemu dengan banyak orang dan mencoba makanan-makanan khas daerah ketika sedang berlibur loh. Menyenangkan bukan? Kira-kira apakah ada bahaya yang mengintai kita saat liburan nggak ya?

Mobilitas manusia saat ini sangatlah tinggi, bisa melintasi daerah bahkan melintasi benua untuk berkunjung ke destinasi wisata impian. Perjalanan jauh dari daerah asal dapat berdampak negatif pada kesehatan karena wisatawan dapat tertular penyakit dari orang-orang sekitar maupun dari makanan-makanan yang disantap. Vaksinasi merupakan salah satu upaya agar terhindar dari risiko infeksi selama berlibur.

Sebelum keberangkatan, wisatawan harus memperhatikan risiko penularan penyakit di destinasi wisata yang mungkin terjadi. Pemberian vaksinasi secara simultan atau bersamaan dapat dilakukan untuk mendapatkan perlindungan lengkap sebelum melakukan perjalanan. Indonesia merupakan daerah endemik beberapa penyakit menular, di antaranya Hepatitis A, Hepatitis B, Tuberkulosis, Rabies, dan Japanese Encephalitis.

Bahaya Influenza, Hepatitis A, Tifoid, dan Japanese Encephalitis

Influenza merupakan penyakit pada saluran nafas yang diakibatkan virus influenza. Penularan terjadi melalui udara maupun droplet. Di daerah tropis, penyakit ini dapat terjadi sepanjang tahun. Gejala dapat bervariasi dari ringan (demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot, lemas, nafsu makan menurun, lelah, muntah, diare, pilek, nyeri menelan) hingga berat (radang paru, penyakit jantung kronis, kematian). Keluhan batuk dan lemas dapat menetap hingga beberapa minggu setelah sembuh. Perawatan di Rumah Sakit banyak terjadi pada balita maupun lansia. Kematian akibat Influenza dapat disebabkan oleh infeksi sekunder pada paru-paru maupun kambuhnya penyakit kronis lainnya.

Hepatitis A merupakan penyakit peradangan pada hati yang diakibatkan oleh virus Hepatitis A. Penularan terjadi melalui makanan/minuman yang tercemar maupun kontak erat dengan penderita. Penularan dari penderita bisa terjadi sebelum gejala muncul hingga setelah gejala hilang. Indonesia merupakan negara endemis Hepatitis A. Banyak terjadi pada kelompok usia 2-14 tahun dan >30 tahun terutama pada wisatawan. Gejala dapat berupa demam, nafsu makan menurun, nyeri perut, mual, muntah, diare, dan kuning. Hepatitis A dapat menimbulkan beberapa komplikasi pada sistem kekebalan, saraf, darah, pankreas, dan ginjal.

Tifoid atau biasa dikenal dengan tipes merupakan penyakit pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Penularan terjadi melalui makanan/minuman yang tercemar. Gejalanya dapat berupa demam, konstipasi atau diare, nyeri kepala, nyeri otot, nafsu makan menurun, hingga gangguan kesadaran. Gejala berat meliputi perforasi usus, pendarahan saluran cerna, peritonitis, bronkitis, ensefalopati, kolesistitis, meningitis, miokarditis, hingga sepsis.

Japanese Encephalitis merupakan peradangan pada otak yang diakibatkan oleh virus Japanese Encephalitis. Penularan terjadi melalui gigitan nyamuk Culex tritaeniorrhynchus yang bertelur di air menggenang dan sering menggigit di malam hari. Sering ditemukan di negara beriklim tropis, terutama saat musim hujan. Gejala dapat berupa demam, pilek, diare, nyeri kepala, muntah, kejang demam, penurunan kesadaran, meningitis, hingga ensefalitis.

Vaksin Influenza

Usia <9 tahun: pemberian pertama diberikan 2 dosis dengan interval 28 hari, selanjutnya diulang setiap tahun

Usia ≥9 tahun: pemberian pertama diberikan 1 dosis, selanjutnya diulang setiap tahun

Efek samping yang mungkin terjadi: nyeri/bengkak/kemerahan di lokasi suntikan, demam

Tidak boleh diberikan pada: alergi berat terhadap telur, riwayat Guillain-Barre Syndrome (GBS) dan alergi berat terhadap vaksin Influenza.

Vaksin Hepatitis A

Usia ≥2 tahun: pemberian 2 dosis dengan interval 6-12 bulan

Usia ≥18 tahun: pemberian 2 dosis dengan interval 6-12 bulan

Efek samping yang mungkin terjadi: demam, nyeri/bengkak/kemerahan di lokasi suntikan

Vaksin Tifoid (Tipes)

Usia ≥2 tahun: pemberian 1 dosis, diulang setiap 3 tahun

Usia ≥18 tahun: pemberian 1 dosis, diulang setiap 3 tahun

Efek samping yang mungkin terjadi: demam, nyeri/bengkak/kemerahan di lokasi suntikan

Vaksin Japanese Encephalitis (JE)

Usia ≥9 bulan: pemberian 2 dosis dengan interval 1-2 tahun

Usia ≥18 tahun: pemberian 1 dosis

Efek samping yang mungkin terjadi: demam, nyeri/bengkak/kemerahan di lokasi suntikan, nafsu makan menurun

Tidak boleh diberikan pada: ibu hamil, kondisi imunokompromais

Cara Mendapatkan Vaksin Tersebut

Vaksinasi diberikan sebelum melakukan perjalanan untuk mencegah wisatawan tertular maupun menularkan penyakit di destinasi wisata maupun saat kembali ke daerah asal. Pertimbangan pemberian vaksinasi sebelum perjalanan juga memperhatikan riwayat vaksinasi saat masa kanak maupun masa dewasa yang sudah diberikan, jadwal keberangkatan, durasi tinggal, destinasi tujuan, kondisi kebersihan, riwayat penyakit sebelumnya, serta epidemiologi penyakit di destinasi wisata. Vaksin tersebut dapat diberikan 4-6 minggu sebelum keberangkatan untuk perlindungan yang optimal.

Vaksinasi lebih aman, lebih nyaman, dengan harga yang lebih terjangkau bersama @imuni.id, layanan vaksinasi di rumah untuk Anak dan Dewasa. Vaksinasi diberikan 100% oleh dokter yang terlatih vaksinasi dan vaksinologi.⁠⁠

Vaksinasi di rumah (home service) dari imuni @imuni.id saat ini menjangkau seluruh Jakarta, Bogor, Depok, Cibubur, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Cikarang, Karawang, Bandung, Cimahi, Cirebon, Semarang, Solo, Jogja, Sleman, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Batu, dan Bali.⁠⁠

Price list dapat dilihat di link di bio Instagram @imuni.id, highlights Instagram, dan website imuni.id. Harga all-in untuk seluruh area cakupan imuni, sudah termasuk jasa dan transport dokter. Tidak ada biaya admin. ⁠⁠

Daftar sekarang melalui link di bio atau di imuni.id/daftar, selanjutnya Dokter Konsultan Vaksinasi imuni langsung yang akan melakukan konfirmasi pendaftaran Anda. Bila ingin konsultasi dahulu sebelum mendaftar, Anda dapat chat langsung dengan Dokter Konsultan Vaksinasi imuni di WA 0821-2009-7800⁠⁠.

Lengkapi vaksinasi Anda dan keluarga sebelum berlibur bersama imuni.

Referensi:

  1. CDC, 2021. Epidemiology and Prevention of Vaccine-Preventable Diseases. 14th ed. Washington: Public Health Foundation.
  2. IDAI, 2017. Pedoman Imunisasi di Indonesia. 6th ed. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.
  3. PAPDI, 2017. Pedoman Imunisasi Pada Orang Dewasa. 4th ed. Jakarta: Interna Publishing.
  4. WHO, 2019. Vaccine-preventable Diseases and Vaccines. In: International Travel and Health. Geneva.

Bagikan Artikel

Oktober 2021

Jumlah Vaksinasi
50.000
Jumlah Dokter
66

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2021

Jumlah Vaksinasi
38.000
Jumlah Dokter
58

Area Layanan

Jenis Layanan

Juni 2021

Jumlah Vaksinasi
21.000
Jumlah Dokter
39

Area Layanan

Jenis Layanan

April 2021

Jumlah Vaksinasi
16.000
Jumlah Dokter
38

Area Layanan

Jenis Layanan

Maret 2021

Jumlah Vaksinasi
14.000
Jumlah Dokter
34

Area Layanan

Jenis Layanan

Desember 2020

Jumlah Vaksinasi
8.000
Jumlah Dokter
29

Area Layanan

Jenis Layanan

November 2020

Jumlah Vaksinasi
5.000
Jumlah Dokter
27

Area Layanan

Jenis Layanan

September 2020

Jumlah Vaksinasi
500
Jumlah Dokter
21

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2020

Jumlah Vaksinasi
100
Jumlah Dokter
14

Area Layanan

Jenis Layanan