Cacar Monyet, Kenali dan Cegah Bersama

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal World Health Organization (WHO), mendeklarasi cacar monyet sebagai kondisi darurat kesehatan global diakibatkan penularannya yang sangat cepat dan menjadi perhatian bagi seluruh negara agar memperketat pencegahan penularan virus ini sebelum menjadi pandemi. Lebih dari 16.000 kasus yang terjadi di 70 negara sepanjang tahun ini dan terdapat 5 kasus kematian yang terjadi di Afrika. Sampai saat ini, Indonesia belum ada kasus konfirmasi cacar monyet. Namun demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk melakukan tindakan preventif. Salah satunya dengan adanya Surat Edaran Tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Monkeypox di Negara Non Endemis. Untuk itu saatnya kita kenali Cacar Monyet dan cegah bersama.

Apa itu cacar monyet (Monkeypox) ?

Cacar monyet (Monkeypox) termasuk infeksi langka yang disebabkan oleh virus dan bersifat zoonotik, yaitu ditularkan dari hewan yang terinfeksi ke manusia dan sebaliknya. Cacar monyet memiliki gejala yang mirip dengan variola, namun lebih ringan dan jarang sekali berakibat fatal. Cacar monyet tidak berhubungan dengan cacar air (varicella) karena berbeda jenis virusnya. 

Gambar 1. Virus Cacar Monyet (Monkeypox)

Bagaimana cara penularannya?

Virus cacar monyet ini ditularkan melalui hewan pengerat atau primata yang terinfeksi, yaitu dengan gigitan atau cakaran hewan tersebut hingga mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi tanpa dimasak dengan matang. Penularan dari manusia ke manusia, masih dalam tahap penelitian. Namun, virus cacar monyet mudah menular dari manusia yang terinfeksi dan memiliki lesi aktif ditubuhnya. Hal ini termasuk cairan tubuh, bersinggungan dengan lesi penderita cacar monyet, menyentuh barang habis pakai penderita, dan kontak dekat dengan penderita.

Apa gejala yang dapat ditimbulkan?

Gejala infeksi cacar monyet biasanya muncul dalam waktu 3 minggu setelah terpapar oleh virus. Keluhan yang dialami adalah nyeri kepala, demam, gangguan pernapasan (batuk atau pilek), nyeri tenggorokan, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening dan muncul lentingan di kulit yang terasa nyeri. Lentingan berisi air dapat muncul dari satu hingga ribuan di wajah, telapak tangan/kaki, genital dan bagian tubuh lainnya, yang perlahan akan mengering dan lepas hingga berganti kulit yang baru. Infeksi ini berlangsung selama 2-4 minggu.

Gambar 2. Lentingan yang diakibatkan Virus Cacar Monyet (Monkeypox)

Bagaimana Pencegahan dan Penanganannya?

Tentu saja pencegahan untuk melindungi diri sendiri dari infeksi virus ini adalah dengan membatasi kontak dengan orang yg dicurigai terinfeksi cacar monyet. Ciptakan lingkungan yang bersih agar terhindar dari benda yang terpapar virus cacar monyet. Bila sudah mengalami gejala cacar monyet ini, segera hubungi tim medis agar mendapatkan penanganan segera dan tepat. Pada dasarnya, penanganan cacar monyet sesuai gejala (simptomatik) namun tergantung dari kondisi medis yang menyertai sebelumnya. Umumnya perlu isolasi hingga lesi pada kulit mengering, mengelupas dan muncul kulit baru dibawahnya. 

Apakah sudah ada vaksin cacar monyet?

Studi saat ini sudah terdapat vaksin untuk cacar monyet, namun terbatas. Vaksin ini hanya diberikan pada individu dengan risiko tinggi dan belum diberikan untuk masyarakat. Masih belum ada data mengenai efektivitas vaksin ini selama outbreak cacar monyet saat ini. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) masih mengumpulkan data tentang efektivitas dan efek samping vaksin ini.

Sumber:

https://www.cnbc.com/2022/07/23/who-declares-spreading-monkeypox-outbreak-a-global-health-emergency.html

https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/index.html

https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/monkeypox?gclid=Cj0KCQjw0JiXBhCFARIsAOSAKqDSrffmLSWq88-Nrqg4IFMNl1rTmgMZU-TzYGCIGQXusCePu4IgcrwaAuCFEALw_wcB

https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/considerations-for-monkeypox-vaccination.html#vaccine-information

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Oktober 2021

Jumlah Vaksinasi
50.000
Jumlah Dokter
66

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2021

Jumlah Vaksinasi
38.000
Jumlah Dokter
58

Area Layanan

Jenis Layanan

Juni 2021

Jumlah Vaksinasi
21.000
Jumlah Dokter
39

Area Layanan

Jenis Layanan

April 2021

Jumlah Vaksinasi
16.000
Jumlah Dokter
38

Area Layanan

Jenis Layanan

Maret 2021

Jumlah Vaksinasi
14.000
Jumlah Dokter
34

Area Layanan

Jenis Layanan

Desember 2020

Jumlah Vaksinasi
8.000
Jumlah Dokter
29

Area Layanan

Jenis Layanan

November 2020

Jumlah Vaksinasi
5.000
Jumlah Dokter
27

Area Layanan

Jenis Layanan

September 2020

Jumlah Vaksinasi
500
Jumlah Dokter
21

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2020

Jumlah Vaksinasi
100
Jumlah Dokter
14

Area Layanan

Jenis Layanan