Mau Pergi Haji dan Umroh? Vaksin Meningitis Dulu yuk!

Bagikan Artikel

dr. Anis Fitriana

(Koordinator Tim Dokter imuni.id)

Meningitis merupakan penyakit peradangan pada selaput otak yang bisa disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis atau yang sering dikenal dengan meningokokus. Penyakit ini bisa menyerang anak-anak maupun dewasa yang menular melalui droplet maupun kontak langsung.

Kasus baru meningitis berbeda-beda di berbagai daerah di dunia antara 1 hingga 1000 kasus per 100.000 penduduk per tahun, dengan angka kematian mencapai 135.000.

Daerah di Sub-Sahara Afrika yang sering diketahui dengan sebutan ‘Meningitis Belt’ merupakan daerah yang sering terjadi wabah meningitis. Daerah ini mencakup 18 negara, mulai dari Ethiopia hingga Senegal. Selain itu, Saudi Arabia juga termasuk salah satu daerah dengan kasus meningitis yang cukup tinggi.

Gejala meningitis berupa demam, nyeri kepala, kaku kuduk, mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, dan penurunan kesadaran.

Bahaya Meningitis

Orang yang termasuk resiko tinggi adalah orang dengan asplenia anatomis atau fungsional, orang dengan HIV, defisiensi komplemen pada common complement pathway, orang yang tinggal berkelompok, orang yang merokok aktif/pasif, orang yang berwisata atau tinggal di daerah wabah, dan petugas laboratorium yang terpapar.

Berkumpulnya banyak orang dari daerah yang berbeda, misal pada saat Haji ataupun Umrah, dapat meningkatkan resiko penyebaran infeksi. Data menunjukkan bahwa tingkat karier/pembawa di Mekkah dapat mencapai 80% saat masih di Mekkah maupun saat kepulangan di daerah asal.

Selain menyebabkan meningitis, bakteri N. meningitidis juga dapat menyebabkan meningococcal septicemia dimana bakteri tersebut sudah memperbanyak diri dan berada di dalam darah kita. Gejala berupa demam, menggigil, nyeri sendi/otot berat, muntah, diare, ruam pendarahan, syok, penurunan kesadaran, bahkan kegagalan multiorgan. Perburukan gejala dapat berlangsung dengan cepat dan dapat menyebabkan kematian. Kematian akibat meningitis terjadi sekitar 5-10% pada 24-48 jam pertama setelah munculnya gejala.

Vaksin Meningitis Sebagai Syarat Untuk Memasuki Sebuah Negara

Kejadian Luar Biasa (KLB) meningitis yang berkaitan dengan Haji dan Umrah pernah terjadi beberapa kali di Saudi Arabia. Potensi penularan dari satu jemaah ke jemaah lainnya sangat besar sehingga melindungi jemaah dengan vaksinasi meningitis menjadi sangat penting.

Saudi Arabia sebagai salah satu negara wabah meningitis mewajibkan pendatang untuk melakukan vaksinasi meningitis sebelum masuk ke Saudi Arabia, termasuk sebelum melakukan Haji maupun Umrah. Jemaah Haji atau Umrah yang berasal dari bermacam-macam negara, termasuk negara-negara di Sub-Sahara Afrika yang termasuk ‘Meningitis Belt’, dapat menularkan maupun tertular meningitis.

Pemerintah Saudi Arabia mewajibkan jemaah Haji dan Umrah untuk melakukan vaksinasi meningitis tetravalen ACYW-135 sekurang-kurangnya 10 hari sebelum keberangkatan dan dicatat di International Certificate of Vaccination (ICV) sebagai syarat untuk mendapatkan visa Haji dan Umrah. 

Vaksin Meningitis Polisakarida vs Vaksin Meningitis Konjugat

Vaksin meningitis polisakarida dapat diberikan mulai usia 2 tahun. Pada anak usia ≥ 2 tahun, dapat diberikan 1 dosis. Sedangkan pada dewasa, dapat diberikan 1 dosis. Pengulangan dosis dapat diberikan jika ada rencana untuk bepergian ke daerah wabah ataupun kondisi khusus lainnya.

Vaksin meningitis konjugat dapat diberikan mulai usia 9 bulan. Pada anak usia 9-23 bulan, dapat diberikan 2 dosis dengan interval 2-3 bulan. Pada anak usia ≥ 2 tahun, dapat diberikan 1 dosis. Sedangkan pada dewasa, dapat diberikan 1 dosis. Pengulangan dosis dapat diberikan jika ada rencana untuk bepergian ke daerah wabah ataupun kondisi khusus lainnya.

Vaksin meningitis memiliki efektivitas hingga 90% yang dapat bertahan 2-4 tahun.

Efek Samping Vaksin Meningitis

Umumnya, efek samping vaksin meningitis bersifat ringan dan dapat ditangani. Efek samping yang mungkin terjadi adalah nyeri pada sekitar lokasi suntikan, muncul ruam kemerahan pada sekitar lokasi suntikan, dan demam. Pada anak-anak dapat berupa rewel, nyeri sendi/otot, nyeri kepala, kelelahan. Hal tersebut dapat hilang sendiri dalam 3 hari.

Ibu Hamil dan Vaksin Meningitis

Vaksinasi saat kehamilan dapat melindungi ibu maupun janin yang dikandung terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan. Pemberian vaksinasi pada saat kehamilan dapat dilakukan atas pertimbangan manfaat dan resiko ketika kemungkinan terpapar lebih besar, infeksi yang membahayakan ibu maupun janin, dan keamanan vaksin.

Keamanan vaksin meningitis masih belum dapat dipastikan karena terbatasnya hasil penelitian. Vaksin meningitis dapat diberikan pada ibu hamil jika manfaat yang didapatkan lebih banyak daripada resikonya. Hal tersebut dapat dikonsultasikan terlebih dahulu kepada tenaga medis yang menangani. Namun di Indonesia, jemaah Haji dan Umrah ibu hamil tidak dilakukan pemberian vaksin meningitis.

International Certificate of Vaccination

International Certificate of Vaccination (ICV), yang sering dikenal dengan buku kuning, dapat diberikan setelah pemberian vaksin meningitis. Hal ini bisa didapatkan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) maupun di RS/klinik yang sudah ditunjuk untuk bisa menerbitkan ICV.

Gambar 1. Buku International Certificate of Vaccination

Cara Mendapatkan Vaksin Meningitis dan ICV

Klinik Vaksinasi imuni saat ini telah menyediakan layanan vaksinasi meningitis dan dapat menerbitkan ICV.

Vaksinasi lebih aman, lebih nyaman, dengan harga yang lebih terjangkau bersama imuni @imuni.id, layanan vaksinasi di rumah untuk Anak dan Dewasa. Vaksinasi diberikan 100% oleh dokter yang terlatih vaksinasi dan vaksinologi.⁠⁠

Vaksinasi di rumah (home service) dari imuni @imuni.id saat ini menjangkau seluruh Jakarta, Bogor, Depok, Cibubur, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Cikarang, Karawang, Bandung, Cimahi, Cirebon, Semarang, Solo, Jogja, Sleman, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Batu, dan Bali.⁠⁠

Price list dapat dilihat di link di bio ig imuni @imuni.id, highlights ig, dan website imuni.id. Harga all-in untuk seluruh area cakupan imuni, sudah termasuk jasa dan transport dokter. Tidak ada biaya admin. ⁠⁠

Daftar sekarang melalui link di bio Instagram imuni atau di imuni.id/daftar, selanjutnya Dokter Konsultan Vaksinasi imuni langsung yang akan melakukan konfirmasi pendaftaran Anda. Bila ingin konsultasi dahulu sebelum mendaftar, Anda dapat chat langsung dengan Dokter Konsultan Vaksinasi imuni di WA 0821-2009-7800⁠⁠.

Lengkapi vaksinasi Anda dan keluarga sekarang juga bersama imuni @imuni.id

Referensi:

  1. CDC, 2021. Epidemiology and Prevention of Vaccine-Preventable Diseases. 14th ed. Washington: Public Health Foundation.
  2. IDAI, 2017. Pedoman Imunisasi di Indonesia. 6th ed. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.
  3. PAPDI, 2017. Pedoman Imunisasi Pada Orang Dewasa. 4th ed. Jakarta: Interna Publishing.
  4. The Embassy of The Kingdom of Saudi Arabia. Hajj and Umrah Health Requirements. Dipublikasi di https://www.saudiembassy.net/hajj-and-umrah-health-requirements
  5. WHO, 2019. Vaccine-preventable Diseases and Vaccines. In: International Travel and Health. Geneva.

Bagikan Artikel

Oktober 2021

Jumlah Vaksinasi
50.000
Jumlah Dokter
66

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2021

Jumlah Vaksinasi
38.000
Jumlah Dokter
58

Area Layanan

Jenis Layanan

Juni 2021

Jumlah Vaksinasi
21.000
Jumlah Dokter
39

Area Layanan

Jenis Layanan

April 2021

Jumlah Vaksinasi
16.000
Jumlah Dokter
38

Area Layanan

Jenis Layanan

Maret 2021

Jumlah Vaksinasi
14.000
Jumlah Dokter
34

Area Layanan

Jenis Layanan

Desember 2020

Jumlah Vaksinasi
8.000
Jumlah Dokter
29

Area Layanan

Jenis Layanan

November 2020

Jumlah Vaksinasi
5.000
Jumlah Dokter
27

Area Layanan

Jenis Layanan

September 2020

Jumlah Vaksinasi
500
Jumlah Dokter
21

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2020

Jumlah Vaksinasi
100
Jumlah Dokter
14

Area Layanan

Jenis Layanan