Vaksinasi Lengkap Untuk Lansia

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Dr. Soraya Haji Muhamad

(Dokter Konsultan Vaksinasi imuni.id)

Menurut World Health Organization (WHO) Lanjut usia (Lansia) adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih. Semakin bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh akan menurun. Banyak penyakit yang bisa dicegah agar tetap sehat. Memberikan vaksinasi yang lengkap merupakan salah satu upaya untuk menjaga diri terhindar dari penyakit yang berbahaya. 

Mengapa Lansia harus divaksinasi?

Respon imun yang lebih rendah pada lansia karena terjadinya proses penuaan pada sistem imun, yang dikenal dengan istilah imunosenesens. Hal ini dialami oleh lansia yang memiliki usia di atas 65 tahun. Sistem kekebalan tubuh akan kesulitan melawan infeksi suatu penyakit. Oleh karena itu, Lansia wajib mendapatkan vaksinasi yang direkomendasikan.

Apa saja vaksinasi yang harus saya berikan?

Saat ini di Indonesia menggunakan pedoman Jadwal Imunisasi Dewasa sesuai Rekomendasi Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI Tahun 2021. Berikut rekomendasi vaksin dari usia 19 – >65 tahun.

Gambar 1. Jadwal Imunisasi dewasa papdi tahun 2021


Sesuai rekomendasi PAPDI Tahun 2021 Vaksinasi untuk Lansia yg disarankan yaitu :

Vaksin Influenza

Influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh Virus Influenza yang sangat mudah menular. Penularannya adalah melalui air liur (droplet) dan kontak erat dari orang yang terinfeksi Influenza. Pada Lansia, Influenza dapat menimbulkan gejala berat akibat mulai menurunnya sistem imun. Maka dari itu, Lansia dianjurkan untuk vaksinasi Influenza satu kali rutin setiap tahun. Virus Influenza sangat mudah bermutasi sehingga vaksin Influenza juga selalu diperbaharui sesuai mutase yang ada. Kekebalan tubuh juga akan menurun seiring berjalannya waktu. Inilah mengapa vaksinasi Influenza wajib rutin diberikan setiap tahun.

Vaksin Pneumokokal Konjugat 13-Valent (PCV13)/Pneumokok

Vaksin Pneumonia (PCV) mencegah radang paru-paru akut yang disebabkan oleh 13 jenis bakteri Pneumokokus yaitu Serotipe 1, 3, 4, 5, 6A, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19A, 19F, dan 23F. Vaksinasi PCV13 diberikan untuk dewasa dan terutama untuk usia diatas 50 tahun.  Vaksin PCV13 diberikan cukup 1 dosis untuk seumur hidup. Vaksin PCV 13 termasuk vaksin Konjugat, artinya secara imunitas lebih baik daripada vaksin jenis Polisakarida. Setelah mendapatkan vaksinasi PCV13, boleh ditambahkan Vaksinasi PPSV23 dengan jeda minimal 8 minggu setelah pemberian PCV13. 

Vaksin Pneumokokal Polisakarida (PPSV23)/Pneumokok

Sesuai Namanya, Vaksin PPSV23 mencegah radang paru-paru akut yang disebabkan oleh 23 jenis bakteri Pneumokokus yaitu Serotipe 1, 2, 3, 4, 5, 6B, 7F, 8, 9N, 9V, 10A, 11A, 12F, 14, 15B, 17F, 18C, 19A, 19F, 20, 22F, 23F, dan 33F. Vaksinasi PPSV23 boleh diberikan mulai usia 19 tahun, terutama lebih baik diberikan untuk usia diatas 60 tahun.  Vaksinasi PPSV23 dapat diberikan kepada seluruh calon jemaah haji dan umrah. Vaksinasi PPSV23 diberikan 1 dosis setiap 5 tahun. Apabila sudah pernah mendapatkan vaksin PPSV23, vaksinasi PCV13 boleh diberikan dengan jeda minimal 1 tahun.

Vaksin Zooster

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan Vaksin Zooster rekombinan, atau RZV untuk pencegahan herpes zoster dan komplikasi terkait. Zoster/Cacar Ular terjadi akibat reaktivasi Virus Varicella Zoster (Cacar Air) karena imunitas yang mulai menurun. Infeksi Zoster dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksin Zooster diberikan 1 dosis untuk usia diatas 50 tahun baik yang sudah pernah atau belum pernah mengalami Herpes Zooster. Untuk Dewasa atau Lansia yang memiliki kekebalan tubuh yang sangat rendah (imunokompeten), vaksinasi Zoster diberikan 2 dosis dengan jarak 2-6 bulan. Namun, saat ini vaksin Zoster tidak tersedia di Indonesia.

KESIMPULAN

Lansia merupakan kelompok rentan terkena infeksi. Vaksinasi adalah cara yang tepat untuk melindungi mereka untuk membentuk sistem imunitas dalam mencegah penyakit-penyakit tertentu. Mayoritas Lansia mengalami gejala yang lebih berat bila terinfeksi penyakit. Selain Vaksinasi, terapkan juga protokol kesehatan secara disiplin. Lindungi orang yang terkasih dengan vaksinasi. Vaksinasi dapat dilakukan di fasilitas kesehatan atau dengan memanfaatkan layanan vaksinasi di rumah (home-service).

Sumber

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Oktober 2021

Jumlah Vaksinasi
50.000
Jumlah Dokter
66

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2021

Jumlah Vaksinasi
38.000
Jumlah Dokter
58

Area Layanan

Jenis Layanan

Juni 2021

Jumlah Vaksinasi
21.000
Jumlah Dokter
39

Area Layanan

Jenis Layanan

April 2021

Jumlah Vaksinasi
16.000
Jumlah Dokter
38

Area Layanan

Jenis Layanan

Maret 2021

Jumlah Vaksinasi
14.000
Jumlah Dokter
34

Area Layanan

Jenis Layanan

Desember 2020

Jumlah Vaksinasi
8.000
Jumlah Dokter
29

Area Layanan

Jenis Layanan

November 2020

Jumlah Vaksinasi
5.000
Jumlah Dokter
27

Area Layanan

Jenis Layanan

September 2020

Jumlah Vaksinasi
500
Jumlah Dokter
21

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2020

Jumlah Vaksinasi
100
Jumlah Dokter
14

Area Layanan

Jenis Layanan