Vaksinasi Lengkap untuk si Buah Hati

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

dr. Oktaviani Dewi Ratih

(Dokter Konsultan Vaksinasi imuni.id)

Anak tumbuh sehat dan cerdas merupakan harapan setiap orang tua. Hal tersebut tidak terlepas dari peran orang tua mencukupi kebutuhan si buah hati. Tentunya, sebagai orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik, mulai dari kebutuhan gizi, pendidikan sampai kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah kesehatan. Banyak penyakit yang bisa dicegah agar anak tetap sehat sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak tetap optimal sesuai usia. Memberikan vaksinasi yang lengkap merupakan salah satu upaya orang tua menjaga buah hatinya terhindar dari penyakit yang berbahaya. 

Apa perbedaan vaksin, vaksinasi, dan imunisasi?

Vaksinasi adalah cara paling efisien dan efektif untuk melindungi tubuh kita dari penyakit dengan merangsang pembentukan imunitas (antibodi) spesifik terhadap penyakit tertentu. Vaksinasi dilakukan dengan cara memberikan vaksin (virus atau bakteri yang sudah mati atau yang masih hidup namun sudah dilemahkan) melalui suntikan atau diteteskan ke dalam mulut. Setelah dilakukan vaksinasi tubuh kita akan mengenali virus atau bakteri tersebut dan akan memberikan respon perlawanan berupa pembentukan antibodi, proses ini disebut imunisasi.

Mengapa anak harus divaksinasi?

Tubuh memiliki sistem kekebalan yang secara otomatis akan aktif apabila benda asing masuk ke dalam tubuh. Hal ini bisa terjadi secara alami ketika seseorang sakit atau setelah mendapatkan vaksin. Ketika anak jatuh sakit, saat itu tubuh membentuk antibodi untuk melawan penyakit tersebut, antibodi yang terbentuk bisa bertahan dalam beberapa waktu, atau seumur hidup. 

Sama halnya dengan vaksin. Saat diberikan vaksin, tubuh akan mengenalinya sebagai benda asing dan memberikan respon serupa dengan kondisi ketika sedang sakit. Singkatnya, tidak perlu sakit dahulu untuk mendapatkan antibodi, hanya dengan vaksinasi, tubuh sudah dapat membentuk pertahanan spesifik terhadap suatu penyakit. 

Apakah vaksinasi dasar saja sudah cukup?

Istilah vaksinasi dasar dan tambahan yang sering digunakan sebenarnya kurang tepat. Vaksinasi dasar biasanya merujuk pada vaksin yang disediakan secara gratis oleh pemerintah di Puskesmas. Pada dasarnya, semua vaksinasi baik vaksinasi dasar maupun tambahan wajib dan penting diberikan untuk buah hati. 

Setiap vaksin dapat memberikan perlindungan spesifik terhadap masing-masing penyakit sesuai jenisnya, beberapa vaksin dapat memberikan perlindungan terhadap lebih dari satu penyakit dalam satu kali pemberian, dan fungsinya tidak bisa digantikan. Sehingga, semua vaksin sebaiknya diberikan sesuai jadwal, karena anak yang tidak mendapatkan vaksin jelas akan lebih rentan untuk jatuh sakit.

Apa saja vaksinasi yang harus saya berikan?

Saat ini di Indonesia menggunakan jadwal vaksinasi sesuai pedoman IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) tahun 2020. Berikut rekomendasi vaksin dari usia 0-18 tahun (gambar 1). 1

Gambar 1. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0 – 18 Tahun Rekomendasi IDAI 20201

Saat membaca tabel, perlu diperhatikan juga catatan kaki (di bagian bawah) untuk ketentuan tambahan vaksin. Berikut uraian lengkap vaksinasi dan jadwal pemberiannya:

Vaksin Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B melindungi dari virus Hepatitis B yang menyebabkan infeksi serius pada organ hati seperti sirosis dan Kanker Hati. Penularannya melalui transplasenta ibu penderita Hepatitis B ke janin yang dikandungnya. 90% bayi yang terinfeksi Hepatitis B berujung infeksi hati kronis. 

Vaksin hepatitis B diberikan pada bayi segera setelah lahir atau sebelum berumur 24 jam sebagai pencegahan (profilaksis). Bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2.000 gram, vaksinasi Hepatitis B sebaiknya ditunda sampai berumur 1 bulan atau lebih, kecuali ibu HBsAg positif dan bayi bugar dapat diberikan vaksin Hepatitis B segera setelah lahir tetapi tidak dihitung sebagai dosis primer.

Bayi lahir dari ibu HBsAg positif, segera berikan vaksin Hepatitis B dan Immunoglobulin Hepatitis B (HBIg) pada ekstremitas yang berbeda, maksimal dalam 7 hari setelah lahir. Vaksinasi Hepatitis B selanjutnya diberikan bersama DTwP atau DTaP (combo) pada usia 2,3,4 dan 18 bulan.

Vaksin Polio

Polio merupakan virus penyebab lumpuh layu yang penularannya terjadi melalui makanan atau feses yang terkontaminasi Virus Polio. Vaksin polio 0 (nol) atau OPV (Oral Polio Vaccine) diberikan segera setelah lahir dengan cara diteteskan ke mulut bayi. Selanjutnya diberikan bersama DTwP atau DTaP. 

Vaksin IPV (Inactive Polio Vaccine) melalui suntikan, minimal diberikan 2 kali sebelum berusia 1 tahun bersama DTwP atau DTaP (combo) pada usia 2,3,4 dan 18 bulan. 

Vaksin BCG

Pencegahan terhadap Tuberkulosis (TBC) sangat diperlukan karena Indonesia merupakan negara endemis TBC. TBC tidak hanya menyerang paru-paru, namun bisa juga menyerang organ lain dan mengganggu pertumbuhan hingga menyebabkan kematian. Vaksin BCG sebaiknya diberikan setelah lahir atau segera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan. 

Pada bayi usia 2 bulan atau lebih, vaksinasi BCG boleh diberikan jika uji tuberkulin negatif. Apabila terjadi reaksi lokal cepat pada minggu pertama setelah vaksinasi BCG, dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis tuberkulosis.

Vaksin DTP

Vaksin DTP bertujuan untuk mencegah penyakit Difteri, Tetanus, dan Pertusis. Vaksin DTP diberikan pada usia 2, 3, 4 bulan. Booster pertama diberikan pada usia 18 bulan. Booster berikutnya diberikan pada usia 5 sampai 7 tahun atau pada program BIAS kelas 1 SD. Umur 7 tahun atau lebih menggunakan vaksin Td atau Tdap. Booster selanjutnya pada umur 10 sampai 18 tahun atau pada program BIAS kelas 5 SD. Booster Td diberikan setiap 10 tahun.

Vaksin Hib

Haemophilus Influenzae tipe b (Hib) adalah bakteri yang dapat menyebabkan Meningitis (radang selaput otak), Pneumonia (Infeksi paru), Osteomielitis (Infeksi tulang), dan Epiglotitis (Bengkak pada Epiglotis). Infeksi Hib berbahaya bila terjadi pada anak usia < 5 tahun. Pada bayi, vaksin Hib diberikan bersamaan dengan vaksinasi DTP (combo) pada usia 2,3,4 dan 18 bulan. 

Vaksin Pneumokokus (PCV)

Vaksinasi PCV merupakan upaya untuk mencegah penyakit Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Pneumokokus. Secara global, WHO telah merekomendasikan vaksin Pneumokokus pada bayi dan balita untuk melindungi dari penyakit pneumonia yang disebabkan bakteri pneumokokus. Vaksin PCV diberikan mulai usia 2, 4, dan 6 bulan dengan booster pada usia 12-15 bulan.

Dosis PCV akan menyesuaikan seiring bertambahnya usia.

  • Jika belum diberikan sampai usia 7 – 12 bulan, vaksinasi PCV diberikan 2 kali dengan jarak 1 bulan dan booster setelah usia 12 bulan dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya.
  • Jika belum diberikan sampai usia 1 – 2 tahun, vaksinasi PCV diberikan 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan.
  • Jika belum diberikan sampai usia 2 – 5 tahun, vaksin PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan, dan vaksin PCV13 diberikan 1 kali.

Vaksin Rotavirus 

Terdapat dua tipe vaksin rotavirus yaitu vaksin Rotavirus Monovalen dan Pentavalen. Vaksin Rotavirus Monovalen melindungi terhadap satu strain Rotavirus. Vaksin ini diberikan 2 kali, dosis pertama mulai usia 6 – 14 minggu, dosis kedua dengan interval minimal 4 minggu, harus selesai pada usia 24 minggu.

Vaksin Rotavirus Pentavalen melindungi terhadap lima strain Rotavirus, vaksin ini diberikan 3 kali, dosis pertama mulai usia 6-12 minggu, dosis kedua dan ketiga dengan interval 4 – 10 minggu, harus selesai pada usia 32 minggu.

Vaksin Influenza

Infeksi virus influenza dapat menyebabkan gejala demam, menggigil, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri otot, dan hidung tersumbat. Pada anak dapat menyebabkan muntah dan diare. Semua orang berisiko terinfeksi virus influenza, namun lansia, ibu hamil dan anak-anak memiliki resiko tinggi dimana gejala yang muncul bisa lebih berat. 

Vaksin influenza diberikan mulai usia 6 bulan, diulang setiap tahun. Pada usia 6 bulan sampai 8 tahun dosis pertama 2 kali dengan interval minimal 4 minggu. Umur lebih dari 9 tahun, vaksinasi pertama 1 kali setiap tahun. Tidak disarankan pada anak dengan alergi berat terhadap telur.

Vaksin MR atau MMR

Vaksin MMR mencegah infeksi Campak (Measles), Gondongan (Mumps), dan Campak Jerman (Rubella). Anak usia 9 bulan diberikan vaksin MR. Usia 18 bulan berikan MR atau MMR. Usia 5-7 tahun berikan MR (dalam program BIAS kelas 1 SD) atau MMR. Bila sampai usia 12 bulan belum vaksinasi MR, maka dapat diberikan vaksinasi MMR. 

Vaksin Japanese Encephalitis (JE)

Japanese encephalitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Japanese Encephalitis Virus (JEV) yang ditularkan melalui nyamuk. Kebanyakan gejala penyakit ini ringan seperti demam dan nyeri kepala, namun pada orang yang tidak mendapatkan vaksin bisa mengalami gejala yang berat seperti kejang, koma sampai kematian, 3 dari 10 orang dengan gejala berat memiliki gejala sisa seperti kejang berulang dan gangguan kecerdasan.

Vaksin JE diberikan mulai usia 9 bulan di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis. Untuk perlindungan jangka panjang dapat berikan booster 1 sampai 2 tahun kemudian.

Vaksin Varisela (Cacar Air)

Varisela (disebut juga Cacar Air) adalah penyakit yang dapat menyebabkan infeksi kulit, radang paru-paru, sampai kerusakan otak. Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella zoster yang dapat menyebar melalui udara atau melalui kontak dengan cairan dari lentingan cacar air. Vaksin varisela diberikan mulai usia 12 – 18 bulan sebanyak 2 kali dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan. Usia 13 tahun atau lebih diberikan dengan interval 4 sampai 6 minggu.

Vaksin Hepatitis A

Hepatitis A adalah peradangan organ hati yang diakibatkan oleh infeksi virus hepatitis A yang dapat menyebabkan Gagal Liver Akut (Acute Liver Failure). Virus ini dapat menular dengan mudah, melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Vaksin Hepatitis A diberikan 2 kali mulai usia 1 tahun dengan interval 6 bulan sampai 12 bulan kemudian.

Vaksin Tifoid

Demam tifoid atau yang lebih sering dikenal tipes merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penularan penyakit ini terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin, yaitu diberikan mulai usia 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun.

Vaksin Human Papilloma Virus (HPV)

Human Papilloma Virus atau HPV adalah virus yang dapat menyebabkan kanker serviks bahkan infeksi kutil kelamin pada laki-laki. Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Vaksin HPV diberikan pada anak perempuan usia 9 – 14 tahun, 2 kali dengan jarak 6 sampai 15 bulan (atau pada program BIAS kelas 5 dan 6 SD). Anak usia lebih dari 15 tahun diberikan 3 kali dengan jadwal 0, 1, 6 bulan (vaksin bivalen) atau 0, 2, 6 bulan (vaksin quadrivalent).

Vaksin Dengue

DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) atau demam berdarah adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan nyamuk aedes aegepty. Penyakit ini dapat muncul sepanjang tahun dan meningkat terutama pada musim hujan pada daerah tropis endemis termasuk di Indonesia. 

Saat ini sudah tersedia vaksin dengue, vaksin ini dapat diberikan pada anak usia 9 sampai 16 tahun dengan seropositif dengue yang dibuktikan adanya riwayat pernah dirawat dengan diagnosis dengue (pemeriksaan antigen NS-1 dan atau uji serologis IgM/IgG anti-dengue positif) atau dibuktikan dengan pemeriksaan serologi IgG anti-dengue positif.

KESIMPULAN

Vaksinasi dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit seumur hidup, namun beberapa vaksin perlindungannya bersifat sementara sehingga pemberiannya perlu diulang. Vaksinasi merupakan upaya melindungi anak dari penyakit yang bisa dicegah, semua vaksin wajib diberikan sesuai usia. 

Tidak ada kata terlambat untuk vaksinasi. Semua vaksinasi bisa dikejar, kecuali vaksin tertentu seperti rotavirus. Pandemi bukan satu halangan untuk menunda vaksinasi. Vaksinasi dapat dilakukan di fasilitas kesehatan atau dengan memanfaatkan layanan vaksinasi d irumah (home-service) dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Sumber:

  1. Jadwal Imunisasi IDAI 2020. https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020
  1. Vaccines and immunization: What is vaccination?. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/vaccines-and-immunization-what-is-vaccination
  1. How Vaccine Works. https://vaccination-info.eu/en/vaccine-facts/how-vaccines-work
  1. Making the Vaccine Decision: Addressing Common Concerns. https://www.cdc.gov/vaccines/parents/why-vaccinate/vaccine-decision.html
  1. Pneumococcal Vaccine Recommendations. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/pneumo/hcp/recommendations.htm
  1. Japanese Encephalitis https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/japanese-encephalitis

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Oktober 2021

Jumlah Vaksinasi
50.000
Jumlah Dokter
66

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2021

Jumlah Vaksinasi
38.000
Jumlah Dokter
58

Area Layanan

Jenis Layanan

Juni 2021

Jumlah Vaksinasi
21.000
Jumlah Dokter
39

Area Layanan

Jenis Layanan

April 2021

Jumlah Vaksinasi
16.000
Jumlah Dokter
38

Area Layanan

Jenis Layanan

Maret 2021

Jumlah Vaksinasi
14.000
Jumlah Dokter
34

Area Layanan

Jenis Layanan

Desember 2020

Jumlah Vaksinasi
8.000
Jumlah Dokter
29

Area Layanan

Jenis Layanan

November 2020

Jumlah Vaksinasi
5.000
Jumlah Dokter
27

Area Layanan

Jenis Layanan

September 2020

Jumlah Vaksinasi
500
Jumlah Dokter
21

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2020

Jumlah Vaksinasi
100
Jumlah Dokter
14

Area Layanan

Jenis Layanan