Kilas Balik Instagram Live World Immunization Week 2022 di @imuni.id Day 1 & Day 2

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

World Immunization Week (WIW) 2022 Day 1

Semua Yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksinasi Anak

Minggu 24 April 2022, Imuni mengadakan World Immunization Week (WIW) 2022 yang akan membahas Semua yang perlu anda tahu tentang vaksinasi untuk anak, dengan narasumber dr. Kurniawan Satria Denta, M, Sc, Sp. A.

dr. Kurniawan Satria Denta, M, Sc, Sp. A. merupakan dokter spesialis anak beliau menyelesaikan pendidikan dokter Master of Science dan pendidikan dokter spesialis anak di Universitas Gadjah Mada dalam keseharian beliau aktif dalam memberikan pelayanan di klinik spesialis anak pada KiDi Pejaten dan Mayapada Hospital Kuningan Jakarta.

Vaksinasi merupakan sesuatu yang kita berikan kepada tubuh kita yang akan meningkatkan antibodi spesifik terhadap penyakit tertentu, yang bertujuan untuk melindungi anak terutama di lima tahun pertama agar pertumbuhan dan perkembangannya bisa optimal.

Menurut Dr. Denta Sp.A,  ketika anak  terinfeksi  Hepatitis B,  kemungkinan untuk terinfeksi  Hep B sangat kecil sekali apabila sudah di vaksinasi  ataupun ketika sakit gejala yang ditimbulkan sangat ringan dan tidak sampai memerlukan opname. Banyak yang belum tahu pentingnya vaksinasi pada anak adalah kita ingin melindungi 5 tahun pertama agar anak kita bisa secara maksimal bertumbuh dan berkembang secara optimal. 

Pelaksanaan vaksinasi sebaiknya dilakukan dalam kondisi sehat, tetapi apabila terdapat penyakit yang ringan seperti batuk pilek ringan masih tetap bisa diberikan.

“Orang tua  kebanyakan masih banyak yang belum bisa membedakan antara batuk pilek biasa dengan influenza. Influenza jauh lebih parah daripada batuk pilek biasa. jadi ketika kita bicara vaksin Influenza, vaksin tersebut spesifik mencegah virus Influenza. anak yang sudah di vaksinasi influenza melindungi dia dari infeksi lain dan bisa mengurangi resiko anak batuk pilek disertai dengan pneumonia “ dr. Denta Sp.A 

pada bayi prematur untuk awal pemberian vaksin hepatitis b dan polio oral (OPV) bisa ditunda dan diberikan hingga berat anak mencapai 2000 gram atau saat sudah mencapai usia kronologis 1 bulan. Kemudian untuk vaksinasi selanjutnya bisa diberikan sesuai dengan usia kronologis anak. 

Vaksinasi BCG bisa diberikan segera setelah lahir atau saat usia 1 bulan. Luka yang timbul setelah vaksinasi BCG bisa saja timbul ataupun tidak. biasanya luka bisa timbul sampai 2 bulan lamanya , tidak perlu khawatir karena Selama tidak ada perdarahan atau tidak ada nanah yang keluar banyak,  atau pembesaran kelenjar getah bening di ketiak maka tidak perlu khawatir.  Jika orang tua merasa cukup mengkhawatirkan mengenai bekas luka yang ditimbulkan bisa langsung ke dokter untuk dievaluasi. 

Sesuai dengan rekomendasikan DAI 2020 jarak minimal pemberian antar vaksin  1 bulan, perbedaan jadwal vaksinasi di usia 2,3,4 bulan dan 2,4,6 bulan hanya untuk memudahkan orang tua dan anak agar vaksinasi yang diberikan bisa bertahap tidak harus 2-3 vaksin diberikan bersamaan. yang dihindari adalah kalau pemberian vaksinasi terlalu dini.  harus diperhatikan agar tidak sampai telat yang terlalu lama karena tujuannya adalah perlindungan optimal terhadap suatu vaksinasi terhadap penyakit tertentu, vaksinasi nya bisa dilakukan seawal mungkin lebih baik.  jadi kalau vaksinasi kedua dan ketiga telat itu efeknya adalah semakin lama kita menyelesaikan suatu vaksin semakin telat juga seorang anak mendapatkan dosis perlindungan optimal dari antibodi penyakit yang dimaksud tersebut. 

Apabila imunisasi terlambat masih tetap bisa diberikan, ada yang namanya imunisasi kejar, hampir semua vaksinasi bisa tetap dilakukan kecuali 1 jenis imunisasi yaitu rotavirus yang Tidak bisa di catch up. Untuk vaksin Rotavirus ada  batasan pemberian dosisnya dan deadline jadwal vaksinasi nya, jadi untuk Rotavirus  monovalen tidak boleh selesai lewat dari usia 6 bulan kalau Rotavirus pentavalen tidak boleh selesai lewat usia 8 bulan, Jadi harus diperhatikan agar tidak sampai terlewat.

PCV adalah singkatan dari pneumococcal Conjugate vaccine, sedangkan IPD singkatan untuk Invasive pneumococcal disease. Pneumokok, atau bahasa latinnya Streptococcus pneumonia, adalah bakteri penyebab penyakit yang dapat bersifat invasif (berefek luas) atau lokal (efek setempat). Efek luas yang dimaksud adalah penyakit tersebut dapat menyerang tubuh dengan luas, seperti radang otak, radang paru atau infeksi pada darah. Bakteri Streptokokus tadi dapat dicegah dengan vaksin pneumokokus. Jadi dengan kata lain, PCV adalah vaksin untuk mencegah terjadinya IPD. 

Vaksin influenza mulai diberikan saat usia 6 bulan, diberikan dosis primer yaitu 2 dosis  dengan jeda waktu 1 bulan dari dosis pertama, kemudian bisa dilakukan pengulangan atau booster setiap tahun sampai dewasa . vaksinasi influenza ini tidak ada masalah untuk anak-anak yang baru mulai MPASI dan masih belum tahu apakah ada alergi telur atau tidak dan tetap bisa diberikan karena untuk reaksi alergi bisa dilihat waktu pemberian dosis pertama influenza. 

Vaksinasi HPV pada anak telah dilakukan Beberapa penelitian dan ditemukan bahwa ketika seorang wanita divaksinasi pada usia dini ketika belum aktif secara seksual saat usia 9 – 14 tahun dengan pemberian 2 dosis imunitas atau kekebalan tubuh yang didapat itu jauh lebih optimal dibandingkan dengan ketika sudah dewasa dan membutuhkan 3 dosis .Vaksin HPV  merupakan  investasi yang kita lakukan saat ini untuk 15-30 tahun kedepan. vaksinasi HPV untuk laki-laki juga tetap dibutuhkan untuk mencegah dari infeksi HPV yang nantinya bisa mengakibatkan kutil kelamin.  

Menurut Dr. Denta Sp.A, vaksinasi yang dilakukan di beberapa tempat yang berbeda pada  satu kali kunjungan itu tidak apa-apa  dan kemungkinan untuk terjadi demam itu selalu ada.tetapi belum pasti juga akan terjadi tergantung dari reaksi tubuh masing-masing orang,  efek samping dari vaksin sendiri itu relatif ringan dan ada Penanganannya seperti pemberian obat penurun demam  diberikan setelah vaksinasi bukan sebelum vaksinasi dengan catatan yaitu apabila anak demam dengan suhu diatas 37,5 dan apabila anak  terlihat rewel karena badannya terasa tidak nyaman karena nyeri. 

World Immunization Week (WIW) 2022 Day 2

Semua Yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksinasi Dewasa

Senin 25 April 2022, Imuni mengadakan World Immunization Week 2022 day 2 yang akan membahas Semua yang perlu anda tahu tentang vaksinasi untuk Dewasa, dengan narasumber Dr. Dirga S. Rambe M.Sc, Sp.PD.

Dr. Dirga S. Rambe M.Sc, Sp.PD menyelesaikan pendidikan dokter dan pendidikan dokter spesialis penyakit dalam di Universitas Indonesia,  Kemudian beliau juga menyelesaikan pendidikan Master of Science di bidang vaksinologi di University of Vienna di Italia.  saat ini beliau aktif memberikan pelayanan di RS BMC Pulomas dan RS Menteng Mitra Afia Jakarta Beliau juga merupakan Chief Medical Advisor di Imuni. 

Vaksin, vaksinasi dan Imunisasi memiliki arti yang berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu bertujuan untuk melindungi kita di setiap tahapan kehidupan dari lahir sampai lansia.  jadi tidak hanya  anak-anak saja tapi dewasa juga memerlukan vaksinasi. pemberian vaksinasi secara simultan juga diperbolehkan, dengan tujuan untuk mengurangi jumlah kunjungan dokter dan pasien. Pemberian vaksinasi juga bermanfaat untuk mencegah penularan dan untuk mencegah sakit yang berat apabila terinfeksi penyakit tertentu. Sekalipun kita sudah vaksinasi  kita masih bisa terkena penyakit tertentu hanya saja untuk gejalanya tidak seberat orang yang tidak melakukan vaksinasi. 

Di indonesia saat ini vaksin untuk mencegah kanker ada 2 yaitu Vaksin Hepatitis B untuk mencegah kanker hati dan Vaksin HPV untuk mencegah kanker Servix.

Vaksin Hep B pada dewasa wajib untuk diberikan, pemberiannya meliputi 3 dosis dengan jeda waktu 0,1, 6 bulan . apabila catatan vaksinasi tidak jelas dan hilang dianggap belum vaksinasi dan bisa melakukan

Vaksin Hepatitis ada 2 yaitu Vaksin Hep A dan Hepatitis B, keduanya memiliki   persamaan yaitu sama-sama penyakit yang menyerang hati. perbedaanya adalah dari cara penularannya, untuk Hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati dan penularannya melalui cairan tubuh, berhubungan seks, transfusi darah yang tidak aman. Untuk Hepatitis A penularannya melalui makanan atau minuman yang tercemar. Kedua vaksin sama pentingnya sehingga apabila sudah mendapatkan dosis lengkap Hepatitis A dan Hepatitis B tidak perlu lagi pengulangan karena sudah memiliki perlindungan seumur hidup. 

Saat ini pemerintah akan mengadakan vaksinasi gratis untuk mencegah kanker serviks yang ditargetkan untuk anak usia 9 -14 tahun, pemberian vaksin HPV paling ideal itu antara usia 9 sampai 20 tahun sebelum terjadinya Paparan secara seksual . Untuk vaksin HPV masih bisa diberikan pada wanita yang sudah menikah, dengan tambahan melakukan pap smear sebagai skrining atau deteksi dini. vaksin HPV juga bisa diberikan untuk laki-laki yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kanker tenggorokan, kanker anus dan kutil kelamin. Vaksin kanker serviks untuk yang sudah menikah bahkan sampai usia 55 tahun pun masih bermanfaat di Indonesia. 

Untuk vaksin Influenza dewasa memerlukan booster atau pengulangan setiap tahunnya, booster diperlukan karena virus Influenza setiap tahunnya bermutasi dengan strain yang berbeda-beda. Begitupun vaksinnya, setiap tahunnya vaksin Influenza akan selalu di update isinya untuk strain yang terbaru. 

Dr. Dirga Sp.Pd mengatakan untuk Pengulangan atau booster vaksin Influenza memang disarankan setiap tahun, tetapi jadwal vaksinasi bisa dimajukan atau dimundurkan menyesuaikan dengan kondisi pasien. Tips dari Dr. Dirga Sp.Pd apabila lupa vaksin Influenza bisa diberikan saat ulang tahun agar tiap tahun tidak lupa untuk pengulangannya .

Vaksinasi bekerja dalam tubuh kita untuk membentuk antibodi yang optimal dalam waktu 2 minggu, sehingga apabila ingin melakukan perjalanan sebaiknya bisa melakukan vaksinasi 2 minggu sebelum keberangkatan agar antibodi yang terbentuk sudah optimal. 

“Apabila orang memiliki riwayat penyakit paru sebelumnya seperti asma, perokok aktif, sangat dianjurkan untuk melakukan vaksinasi PCV untuk mendapatkan proteksi yang lebih optimal terhadap paru-paru. Dan Orang yang memiliki riwayat penyakit autoimun di mana tubuh itu justru menyerang diri sendiri bukan menyerang dari luar itu contohnya yang paling banyak ya Lupus, rheumatoid arthritis boleh banget melakukan vaksinasi dengan satu syarat  yaitu  penyakitnya dalam keadaan terkontrol “Dr. Dirga Sp.Pd

Vaksinasi juga boleh diberikan untuk ibu menyusui tanpa terkecuali ya, berbeda dengan hal nya untuk ibu Hamil, vaksin yang berisi virus hidup  tidak boleh diberikan untuk ibu hamil. 

“Semakin dewasa daya tahan tubuh kita memang semakin kuat, tetapi ada beberapa tahapan kehidupan dewasa yang dimaksud yaitu dewasa muda, dewasa tua, dan lansia. Semakin tua umur kita akan semakin menurut ketahan tubuh kita yang disebut Immunosenescence. Vaksinasi yang tertinggal atau tertunda beberapa minggu atau bulan masih bisa diberikan tanpa harus mengulang vaksinasi, kecuali apabila jeda nya hingga 3 tahun misalnya, bisa dipertimbangkan untuk vaksinasi ulang. “ Dr.Dirga Sp.Pd

Pemberian obat penurun demam sebelum vaksinasi tidak dianjurkan, sebaiknya diberikan setelah vaksinasi dengan catatan sudah terjadi demam dengan suhu diatas 38, apabila suhu di bawah 38 bisa dilakukan kompres, minum air putih yang banyak.  Setiap orang memiliki reaksi terhadap vaksinasi yang berbeda-beda, ada yang sensitif dan ada yang tidak sensitif sehingga tidak merasakan apapun. reaksi vaksinasi tidak menjadi patokan untuk vaksinasinya efektif atau tidak dan tidak perlu adanya pengulangan apabila tidak menimbulkan reaksi. 

Efek vaksinasi setiap orang berbeda-beda, biasanya ringan seperti demam dan sakit kepala atau nyeri dan pegal di area suntikan dan durasinya singkat hanya 1-2 hari dan bisa sembuh sendiri. Apabila sudah lebih dari 3 – 5 hari bisa berkonsultasi dengan  dokter karena banyak sekali keluhan setelah vaksinasi ternyata tidak ada hubungan dengan vaksinasi  yang dinamakan Co-insidens. Jadi tidak perlu takut atau khawatir untuk vaksinasi karena manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan dengan efek samping vaksinasi yang ditimbulkan. 

Vaksinasi untuk orang dewasa sama pentingnya dengan vaksinasi untuk anak. Untuk jadwal vaksinasi lengkap untuk Anak dan Dewasa bisa dilihat di Instagram Imuni dan untuk pemberian vaksinasi apa terlebih dahulu bisa konsultasi ke dokter konsultan vaksinasi Imuni. Jadi jangan lupa untuk melakukan vaksinasi dan melengkapi vaksinasi untuk anak dan dewasa agar kita anak-anak kita dan keluarga kita terlindungi dari penyakit penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. 

Penulis: dr. Soraya Haji Muhamad (Dokter Konsultan Vaksinasi @imuni.id)

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Oktober 2021

Jumlah Vaksinasi
50.000
Jumlah Dokter
66

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2021

Jumlah Vaksinasi
38.000
Jumlah Dokter
58

Area Layanan

Jenis Layanan

Juni 2021

Jumlah Vaksinasi
21.000
Jumlah Dokter
39

Area Layanan

Jenis Layanan

April 2021

Jumlah Vaksinasi
16.000
Jumlah Dokter
38

Area Layanan

Jenis Layanan

Maret 2021

Jumlah Vaksinasi
14.000
Jumlah Dokter
34

Area Layanan

Jenis Layanan

Desember 2020

Jumlah Vaksinasi
8.000
Jumlah Dokter
29

Area Layanan

Jenis Layanan

November 2020

Jumlah Vaksinasi
5.000
Jumlah Dokter
27

Area Layanan

Jenis Layanan

September 2020

Jumlah Vaksinasi
500
Jumlah Dokter
21

Area Layanan

Jenis Layanan

Agustus 2020

Jumlah Vaksinasi
100
Jumlah Dokter
14

Area Layanan

Jenis Layanan